Crash4Race: MotoGP - MotoGP, Berita MotoGP Terbaru, Berita MotoGP Hari Ini, MotoGP Indonesia, MotoGP Live Streaming, Jadwal MotoGP, MotoGP Result, Video MotoGP Full Race
Showing posts with label MotoGP. Show all posts
Showing posts with label MotoGP. Show all posts

Lorenzo Sangat Yakin Bisa Tampil Kompetitif di Assen

Lorenzo menang bersama Ducati
Jorge Lorenzo yang diyakini sebagai rider termahal tahun ini yakin ia bisa tampi lebih kompetitif kali ini. Menurut Lorenzo kemenangan Dovizioso minggu lalu sangat memberi manfaat untuk motor Ducati.

Sejak Lorenzo pindah ke Ducati tahun ini Lorenzo masih sekali menginjak podium. Berbagai masalah dialaminya dengan Ducati. Begitu juga perubahannya. Mulai dari fairing, aerodinamis, sasis, sampai jok sadel pun dirubah oleh Lorenzo.

Namun semua itu belum terlalu berpengaruh ke karir Lorenzo. Namun Lorenzo enggan pesimis. Menurutnya di Assen kali ini ia bisa lebih kompetitif.

"Kemenangan beruntun yang diraih oleh Dovi adalah salah satu bukti bahwa Ducati adalah motor kempetitif. Saya senang dengan hasil yang diraih Dovi. Di Assen nanti kami akan memulai dari nol. Saya yakin saya bisa lebih kompetitif disini." Ucapnya dikutip dari MotoGP
Baca juga: "Arti Pit Board Pedrosa"

Namun disamping Lorenzo yakin ia bisa tampil kompetitif, Lorenzo juga khawatir dengan cuaca di Assen yang berubah-ubah dan berpotensi hujan.

"Saya sedikit khawatir dengan cuaca disini. Cuaca di Assen sangat tidak menentu. Pagi hujan, sore bisa saja panas. Tentu ini akan menyulitkan kami dalam mengambil data dan membuat keputusan mengenai ban." Tambahnya

Di Assen Lorenzo sudah meraih 4 kali kemenangan. Pertama saat ia di Moto3 tahun 2004, Moto2 2006-2007, dan MotoGP pada tahun 2010.
Baca juga: "Jadwal MotoGP 2017"

Arti Pit Board Pedrosa

Arti Pit Board Pedrosa
Pit Board adalah papan yang digunakan oleh kru/teknisi untuk menginformasikan segala hal yang menyangkut balapan kepada pembalap. Dalam MotoGP sendiri masih menggunakan pit board, sedangkan di F1 sudah menggunakan sistem radio dimana pembalap bisa langsung berbicara dengan tim yang berada di pit lane.

Dalam pit board banyak hal yang di infokan ke pembalap. Mulai dari GAP, perubahan strategi, perintah-perintah tertentu, kode penyemangat, dan lain-lain. Penggunaan pit board sendiri sangat penting, karena pembalap hanya bisa mendapat informasi mengenai balapannya dari pit board tersebut.

Dari semua kode kode pit board yang ada, menurut saya yang paling unik adalah milik Dani Pedrosa. Bagaimana tidak? Terkadang dalam pit board Dani Pedrosa hanya tertulis satu huruf seperti "T". Tentu saja kode tersebut hanya dimengerti oleh tim Pedrosa. Tapi ada beberapa kode yang sempat diketahui publik. Pengen tau juga? Check this out!

1. T

Arti Pit Board Pedrosa

Kode ini diberikan kepada Pedrosa untuk pertama kali pada balapan Silverstone 2013. Kode ini diambil dari bahasa keseharian Pedrosa yaitu bahasa Spanyol. T diambil dari kata Tirar yang berarti push dalam bahasa Inggris. Secara tidak langsung kode ini memerintahkan Pedrosa untuk lebih mem-push motornya.
2. TTNUM

Arti Pit Board Pedrosa
Kode ini sangat sering digunakan saat ini oleh kru Pedrosa. Bahkan di beberapa race 2017 kita juga sempat melihat kode ini. Kode ini merupakan singkatan dari sebuah kalimat yaitu "Time to twist, now use more!" yang artinya tim memperintahkan Pedrosa untuk mem-push habis motornya. Kode ini biasanya digunakan ketika Pedrosa berhasil memangkas gap dan bersiap untuk meng-overtake.
3. TTTTTT & D..B..A

Arti Pit Board Pedrosa

Kode ini merupakan kode penyemangat sekaligus memberi informasi bahwa Pedrosa dalam kondisi duel sengit, musuh dalam GAP kurang dari 0.2s. TTTTTT merupakan kode yang berarti Pedrosa dalam kondisi duel dan lawan berada 1 ban dibelakang Pedrosa, sedangkan DBA berarti "Dio Bono Accelera!" yang berarti tambah terus akselerasimu. Kode ini sempat muncul di Aragon 2015 dimana saat itu Pedrosa berduel sengit dengan Rossi.


4. ZZZZZZZ
Pada awal MotoGP Motegi 2015 silam terjadi batle sengit antara Lorenzo dan Rossi. Kondisi trek yang sedang diguyur hujan deras menjadi tantangan tersendiri untuk semua rider tak terkecuali Pedrosa. Di awal hingga pertengahan race Rossi dan Lorenzo tak henti-hentinya saling overtake.

Batle antara Rossi dan Lorenzo dikejutkan oleh kedatangan Pedrosa dari belakang dengan lap time yang sangat fantastis saat itu. Dimana Pedrosa mencatatkan lap time lebih cepat 1 detik dari Rossi dan Lorenzo. Setelah hal itu terjadi muncul kode "ZZZZZZ" dalam pit board Pedrosa.

Arti dari kode ini adalah "Jikapun Pedrosa tidur Rossi dan Lorenzo tidak bisa menyalip Pedrosa." Hal tersebut terjadi lantaran ban Rossi dan Lorenzo habis lebih dulu ketimbang ban Pedrosa. Sehingga membuat Pedrosa tetap cepat hingga akhir race.

5. DAL! PICCOLETTO

Arti Pit Board Pedrosa
Untuk kode yang satu ini baru muncul di GP Jerez beberapa bulan yang lalu. Tepatnya saat Pedrosa berusaha menjauh dari rider dibelakangnya. Di race ini juga Pedrosa berhasil menang dengan metode yang sama dari race sebelumnya, yaitu membuat gap yang jauh dengan rider dibelakangnya.

DAL! PICCOLETTO sendiri berasal dari bahasa Italia yang berarti "From the litle" atau bila dalam bahasa Indonesia adalah "Dari si Kecil". Tentu saja si kecil yang dimaksud disini adalah Pedrosa. Yang jika diartikan bahwa kemanangan timnya datang dari Pedrosa yang berbadan mungil. Sementara untuk penyebab kenapa bahasa Italia yang dipilih Pedrosa, kenapa bukan Spanyol? Mengingat Pedrosa berasal dari Spanyol bukan Italia. Mungkin untuk sindiran pembalap Italia? Hmm mungkin saja.

Cukup sekian dulu artikel kami. Tetap pantengin Crash4Race untuk berita-berita unik tentang MotoGP! 

Rossi: "Aku belum berencana pindah dari Yamaha, dan Yamaha tidak pernah memberi tawaran Marquez sampai saat ini."

Isu Kepindahan Valentino Rossi ke Yamaha
Setelah GP Catalunya pekan lalu, para penggemar MotoGP dihebohkan dengan beberapa isu yang menyatakan bahwa Valentino Rossi ingin tinggalkan Yamaha dan melanjutkan karirnya bersama Suzuki. Selain itu juga ada isu yang mengatakan bahwa Rossi marah kepada Yamaha karena Yamaha memberi tawaran Marquez dengan harga yang mahal

Namun faktanya tidak satupun dari isu tersebut benar. Dilansir dari situs MotoGP Italia Rossi mengatakan "Tidak mungkin aku melakukan itu. Besar kemungkinan aku pindah ke Suzuki. Yamaha telah berjasa besar kepadaku." - Jawab Rossi saat diwawancara mengenai isu yang menerpanya

Selain itu Rossi juga dimintai konfirmasi mengenai isu yang mengatakan bahwa dirinya marah kepada Yamaha karena Yamaha memberi tawaran Marquez dengan harga fantastis untuk bergabung dengan Yamaha. Dilansir dari situs berita asal Spanyol mengatakan bahwa "Rossi marah karena memberi tawaran Marquez sebesar 126 miliar untuk bergabung dengan Yamaha." Selain disitus asal Spanyol tersebut juga tertulis bahwa Rossi merasa marah karena sifat egoisnya yang tinggi.

"Yamaha memberi tawaran pada Marquez? Apakah anda serius? Kontrak saya dan Vinales berakhir pada akhir musim 2018. Sedangkan sekarang masih awal musim 2017. Ini belum waktu bursa transfer. Ini lucu sekali. Yamaha tidak mungkin melakukan itu."

Baca juga: "Arti Pit Board Pedrosa"

"Jika memang hal itu terjadi kenapa saya harus marah? Hal itu tidak mempengaruhi diriku. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan diriku. Jika masalah harga kontrak, saya tidak terlalu bermasalah. Karena penghasilanku tidak hanya dari MotoGP. Banyak dari sponsor juga. Saya disini (MotoGP) bukan karena uang, tapi karena hobi (Balapan)." Tutup Rossi.

Jadi bisa disimpulkan bahwa isu yang akhir-akhir ini muncul itu semua tidak benar. Selain bersifat tidak benar isu-isu tersebut juga bersifat menjatuhkan nama baik Valentino Rossi. Sebelum anda mempercayai sebuah berita ada baiknya anda mencari berita dengan sumber yang jelas dan dapat dipercaya agar anda tidak termakan hoax. Terima kasih.

Lorenzo: "Mereka yang Menghinaku, Terlalu Cepat Berbicara Hingga Menelan Ludahnya Sendiri."

Lorenzo Menang di GP Jerez 2017
Hasil bagus diraih Lorenzo di Jerez hari minggu lalu. Lorenzo berada di podium ketiga bersama Pedrosa di pos 1 dan Marquez di pos 3. Sedangkan Vinales dan Rossi berada di belakangnya.

Menurut Lorenzo para hatersnya yang berspekulasi bahwa ia akan gagal bersama Ducati telah berbicara terlalu dini. Sehingga ketika Lorenzo mendapat hasil bagus bersama Ducati mereka seakan-akan menelan ludahnya sendiri. "Anda tidak perlu meragukan gaya balap saya, mentalitas saya, dan beberapa orang berspekulasi tentangku terlalu dini yang pada akhirnya mereka menelan ludahnya sendiri." Kata Lorenzo

"Anda tidak perlu meragukan semua pembalap yang ada di kelas MotoGP, karena mereka semua pembalap terbaik di dunia. Semuanya berpotensi untuk ada di depan, khususnya mereka yang sudah memenangkan banyak title dan podium." Imbuh Lorenzo

Lorenzo yang berusia 30 tahun saat membalap di Jerez, mempersembahkan hasil terbaiknya bersama Ducati untuk ulang tahunnnya.

"Ini adalah persembahan sekaligus hadiah terbaik dari saya bersama Ducati. Ini lebih dari sebuah kemenangan, kita tahu bahwa basis riding style saya adalah Yamaha. Saya cukup kesulitan di awal musim, namun semua itu bisa kami perbaiki saat ini."

"Saya mulai menyalip pembalap lain dan kecepatan balapan cukup lambat karena panas dan saya bisa membawa pengendara sedikit demi sedikit. Saya tinggal di belakang Zarco dan saya mengambil beberapa lap untuk menyusulnya dan ketika saya menyusulnya, sulit untuk pergi. Akhirnya di lap terakhir, mungkin karena ban saya sedikit lebih baik, saya bisa lolos dan menikmati hasil yang sangat bagus ini untuk saya dan tim. "

Lorenzo mengaku telah meluangkan waktu untuk beradaptasi dengan Desmosedici namun merasa tempat keenamnya di Austin merupakan momen terobosan.

"Saya bilang pada hari Kamis itu kombinasi dari banyak hal, terutama kilometer, yang saya butuh banyak dengan motor ini karena memang spesial. Ketika saya bergabung pada 2008 di MotoGP tiba-tiba saya cepat karena motornya dibuat untuk menunggang saya, tapi dalam kategori lain butuh waktu lama untuk mengerti hal-hal tertentu dan dengan motor ini hal itu terjadi lebih banyak, "katanya.

"Di Austin kami banyak berjuang, semua pembalap Ducati. Kami tidak berharap bisa menderita begitu banyak karena terutama dengan winglet di masa lalu, Ducati sangat kuat namun tanpa sayap kami banyak berjuang keras untuk mempertahankan barisan depan dan semua pembalap Ducati sangat jauh dari Yamaha dan Honda. .

"Ngomong-ngomong, saya terus beradaptasi dengan motor dan membuat kilometer, belajar cara berhenti dengan rem belakang. Di Q1, dengan ban baru, saya terdorong sedikit lebih dan lebih agresif dan waktu putarannya tiba, jadi di Q2 saya mendorongnya lebih keras lagi dan berhasil dan saya finis di urutan keenam di jalur yang sulit, "tambah Lorenzo.

"Di sini, di jalur yang bagus untuk saya, saya bisa mendorong dan merasa lebih baik dari awal pada hari Jumat dan terus memperbaiki diri dalam setiap latihan. Perlombaan itu lebih baik dari perkiraan saya karena kecepatan balapannya lambat dan saya bisa menyalip lebih banyak pembalap daripada yang saya harapkan. "

Ketika ditanya kapan dia merasakan sebuah mimbar berada di dalam genggamannya di Jerez, Lorenzo mengatakan bahwa dia menyadari tiga finish teratas saat dia mulai menutup celah Zarco.

"Mungkin aku sadar saat aku menangkap Zarco. Pada saat itu Anda berfokus untuk berkuda, tapi Anda tidak tahu posisi mana yang paling realistis: mungkin Zarco akan mulai pergi, mungkin Anda sedang mengejar ketinggalan.

"Ketika saya sedang mengejar saya berpikir, 'mungkin saya bisa finis di podium'. Saya tinggal lima atau tujuh lap untuk melihat dan sulit untuk tetap percaya saat saya lelah sehingga saya bisa lolos, tapi akhirnya saya melihat +0,3, +0,5 dan saya mencoba mendorong lebih keras lagi dengan motor yang bergerak dan akhirnya kami bisa pergi. , +1 detik dan +1.3.

Rossi: "Aku Terlalu Cepat di Turn 10, Itu Kesalahanku. Selamat Untuk Marc!"

Rossi Motegi 2016
Kita tahu bahwa Rossi crash pada race Motegi 2016, hal ini tentu sangat mengejutkan. Dimana mulai dari sesi free practice sampai kualifikasi penampilan Rossi cukup baik dengan kondisinya yang sedang tidak fit (demam). Rossi mengaku pada crash ini, dia sendiri penyebabnya.

"Di lap-lap awal aku mendapatkan feel dengan motorku, aku cukup baik dengan hal itu. Namun ketika aku memperkecil gap dengan Marquez, aku terlalu cepat ketika masuk ke turn 10 hingga mengakitbatkan ban depanku kehilangan grip."


"Aku rasa problemku dengan Jorge sama, kita sama-sama ceroboh, aku melihat Jorge crash di turn 9, dimana dia terlalu dalam saat memasuki turn 9 dan motor dia mengalami front-end. Untuk balapan kedepannya, mungkin aku akan memperebutkan runner-up dengan Jorge, dan selamat untuk Marquez."

Itulah yang dikatakan Rossi sesudah race di Motegi beberapa saat yang lalu. Dengan hasil ini Marquez telah mengunci gelar juara dunianya. Dan salut untuk The Doctor yang tetap respect ke Marquez. Salut The Doctor!
Baca juga: Penyebab Rossi Crash, Dovizioso: "Rossi Terlalu Mempush Limit Motornya!"

Penyebab Rossi Crash, Dovizioso: "Rossi Terlalu Mempush Limit Motornya!"

Penyebab Rossi Crash Menurut Dovizioso
Valentino crash, Lorenzo crash, padahal hanya dua rider tersebut yang mampu menghadang Marquez merebut World Championship 2016. Di Motegi hari ini, dua hal mengejutkan datang dari kubu Yamaha Factory Team dimana kedua ridernya DNF.

Kedua rider tersebut terlibat batle diawal-awal lap dengan Marquez. Ketiganya melakukan batle dengan sangat rapih dan agresif. Namun setelah beberapa saat, dimana posisi menjadi Marquez - Rossi - Lorenzo, Rossi mendadak crash. Menurut Dovizioso crash tersebut diakibatkan karena Rossi terlalu mempush limit motornya.

"Di awal lap aku melihat Rossi dan Marquez batle, setelah itu ganti Lorenzo batle dengan Rossi. Saat Rossi berada di posisi dua dan mencoba merperkecil GAPnya dengan Marquez, Rossi terlihat sangat power full. Hingga pada saat dia memasuki turn 10 dia terlalu cepat dan kehilangan grip ban depannya. Sejak saat itu aku mencoba mengendarai Desmoku dengan halus dan hati-hati."

"Selain itu ketika aku berada di belakang Lorenzo, Lorenzo juga terlalu terburu-buru. Jelas sekali saat memasuki turn 9 dia melakukan kesalahan, dia terlalu masuk kedalam hingga mengakibatkan front-end." Jawab Dovi setelah race berakhir.
Raihan Poin Sementara Setelah Race Motegi
Dengan hasil ini juara dunia 2016 sudah di depan mata Marquez, di next race Marquez hanya butuh balapan dan tidak DNF. GAP poin saat ini Rossi, -77, sedangkan Lorenzo -91 dari Marquez.
Baca juga: Harga Tiket dan Paket Tour MotoGP Sepang Hanya Rp. 2.700.000,- (Kualifikasi dan Live Race)

Harga Tiket dan Paket Tour MotoGP Sepang Hanya Rp. 2.700.000,- (Kualifikasi dan Live Race)

Harga Tiket dan Paket Tour MotoGP Sepang 2016
Siapa yang tidak mau nonton MotoGP secara langsung di sikuit Sepang hanya dengan Rp. 2.700.000,-? Ya, promo ini nyata bukan palsu. Promo ini diadakan oleh Team LiburanHemat. Dalam tur ini anda tidak hanya menonton MotoGP, namun juga mengunjungi berbagai macam wisata di Malaysia seperti Cocoa Boutique Big Cafe, Twin Tower, King Palace, Indepedence Square, Monumen Nasional Mayalsia, Masjid Nasional, dan lain-lain.

Dalam paket tour ini anda akan mendapatkan pelayanan spesial dalam waktu 4 hari 3 malam. Anda juga tidak hanya dapat tiket race, melainkan tiket kualifikasi 1 dan 2 juga. Dan tidak lupa juga sobat akan dapat jatah makan minimal 2x/hari. Berikut adalah jadwal jika anda mengambil paket tour MotoGP Sepang kali ini.


1. Hari Pertama (Jum'at)
  • Sobat dijemput oleh team di Bandara Kuala Lumpur. 
  • Wisata Tour ke Cocoa Boutique Big Cafe, Twin Tower, King Palace, Indepedence Square, Monumen Nasional Mayalsia, Masjid Nasional.
  • Program bebas di Bukit Bintang.
  • Makan Malam di cafe lokal.
  • Checkin hotel
2. Hari Kedua (Sabtu)
  • Makan pagi di hotel
  • Transfer menuju sirkuit Sepang untuk menonton kualifikasi MotoGP
  • Sore hari makan di restoran setempat
  • Kembali ke hotel
3. Hari Ketiga (Minggu)
  • Makan pagi di hotel
  • Transfer menuju sirkuit Sepang untuk menonton Race MotoGP
  • Makan siang di restoran setempat (Biaya individu)
  • Kembali ke hotel
  • Acara bebas sampai di jemput team untuk makan malam
4. Hari Keempat (Senin)
  • Makan pagi
  • Transfer menuju bandara Kuala Lumpur untuk kembali ke Indonesia
Gimana, seru kan? Hanya dengan biaya mulai Rp. 2.700.000,- anda dapat menyaksikan live race MotoGP Sepang 2016 dengan berbagai macam pelayanan spesial. Bagi anda yang berminat membeli, booking paket tour ini atau hanya ingin beli tiket MotoGP Sepang 2016 silahkan hubungi telp 0361 8956014/13 fax 0361 8956015. 

Rekor Terbaru Valentino Rossi Diusia 37 Tahun


Kita tahu bahwa sampai saat ini Valentino Rossi masih tetap berkecimpung di dunia balap motor khususnya di MotoGP. Saat ini usia Valentino 37 tahun dan berada di urutan ke-9 pembalap tertua yang berada di MotoGP.

Namun ada yang membedakan antara Valentino dengan pembalap tertua lainnya, yaitu skillnya. Dari skillnya itulah Rossi membuat rekor baru sebagai "Top 9 Pembalap Tertua Yang Pernah Naik Podium" menggeser pemegang rekor sebelumnya yaitu Phil Read.

Rekor tersebut didapatkan Rossi ketika menang di Jerez pada putaran awal MotoGP musim ini. Dengan usia 37 tahun 68 hari (Jerez 2016) Rossi masih mampu finish di urutan pertama. Di abad ke 20 baru Valentino yang bisa melakukan hal ini, pembalap lain seperti Biaggi, Gibernau, Capirex, dll tidak dapat melakukan hal semacam ini dengan berbagai alasan.

Sementara untuk pemegang rekor diurutan paling atas adalah Ferguson Anderson dengan umur 44 tahun 237 hari (Montjuic. 1953). Namun Anderson hanya dapat beberapa kali naik podium, dan tidak pernah podium pernah sejak umurnya menginjak 37 tahun.

So, untuk kalian yang pembalap favorit kalian masih muda, jangan gembira dulu dengan prestasinya saat ini. Siapa tahu masih usia 30an sudah pensiun dini seperti Stoner. Bangga boleh, sombong jangan. Semoga informasi di atas bermanfaat, jangan lupa share!
Baca juga: "Matteo: "Peluang Rossi Juara Dunia Hanya 5%, Tapi Bukan Berarti Mustahil."

Matteo: "Peluang Rossi Juara Dunia Hanya 5%, Tapi Bukan Berarti Mustahil."

Peluang Juara Dunia Rossi
Beberapa waktu yang lalu, ketika race Aragon berakhir dengan kemenangan Marc Marquez, Matteo berpendapat bahwa gelar juara dunia tahun ini 95% akan didapatkan oleh Marquez. Bukan hanya Matteo saja, bahkan Lucy Wiyono juga setuju dengan pendapat Matteo Guerinoni.

"Dengan hasil race ini, saya yakin 95% gelar juara dunia tahun ini akan diraih oleh Marquez. Mengapa begitu? karena GAP poin antara Rossi dan Marquez makin menjauh setelah race Aragon. Tapi bukan berarti mustahil menjadi juara dunia bagi Valentino, kita tahu siapa Valentino, tidak semudah itu mengalahkan optimisme Rossi."
Ucap Matteo saat membawakan acara MotoGP di Trans 7

Jika dikatakan kemungkinannya 95% artinya Rossi hanya punya peluang 5%. What? 5%. Seperti mustahil sekali. Tapi menurut Matteo, Rossi juga tidak akan pasrah begitu saja. Ya, walaupun seusai race kemarin Rossi berkata dia akan bermain race by race saja.

"Saya begitu menguras habis ban belakang saya di lap-lap awal, sehingga ketika akhir race, ban belakang saya kehabisan grip. Ban saya selalu spin ketika keluar tikungan, hal itu diperparah kesalahan saya di 2 lap terakhir dimana saya mencoba melakukan overtake kepada Lorenzo namun saya terlambat melakukan pengereman. Dan hasil ini membuat GAP poinku dengan Marquez kembali jauh, mungkin race selanjutnya saya akan race by race saja." Klarifikasi langsung dari Valentino setelah race Aragon

Karena hal itulah Rossi mendapat poin sangat sedikit, dan akibatnya GAP poin Marquez dan Rossi lebih menjauh lagi. Dan sekarang kendali juara dunia ada di tangan Marquez, semua tergantung pada Marquez sendiri. Jika ia disisa race bisa tetap jaga jarak dengan Rossi, dapat dipastikan Marquez juara dunia. Tetapi jika dalam sisa race, Marquez DNF 2x saja otomatis World Championship 2016 kembali menjadi misteri.

Jika hal itu benar terjadi, bukan hanya Rossi yang berpeluang mendapat gelar juara dunia, namun Jorge Lorenzo juga. Dan disaat itu juga, MotoGP akan menjadi seru, dimana batle mati-matian akan diperlihatkan oleh masing-masing rider. Admin sendiripun berharap hal ini terjadi, dan yang terpenting setiap rider tetap fairplay, jangan sampai kejadian tahun lalu kembali terjadi.

Alasan Mengapa Lorenzo Mengganti Motor di Luar Jadwal Tim

Alasan Mengapa Lorenzo Mengganti Motor di Luar Jadwal Tim
Alasan Mengapa Lorenzo Mengganti Motor di Luar Jadwal Tim
Jorge Lorenzo bisa dikatakan gagal dalam race kemarin di Brno. Bagaimana tidak? Ia start dari posisi kedua dan terpental keluar dari 10 besar, dan berakhir di posisi buncit dengan overlap Cal. Karena itulah bisa dikatakan Lorenzo gagal meraih poin dalam race kali ini, padahal sepeser poin itu sangat penting bagi Lorenzo.

Hasil buruk tersebut diakibatkan oleh Lorenzo sendiri. Dimana Lorenzo mengganti motor diluar jadwal kesepakatan tim. Bisa dikatakan tim/mekanik Lorenzo belum memberi intruksi untuk Lorenzo untuk masuk pit mengganti motor, namun Lorenzo secara tiba-tiba masuk ke pit.

Saat masuk pit, Lorenzo juga terlihat marah-marah kepada tim dan mekaniknya. Tentu saja ini membuat mekanik Lorenzo bingung. "Sebenernya apa yang salah dari motor Lorenzo?" Mungkin hal itu yang keluar dari pikiran mekanik Lorenzo.

Mengapa mekanik Lorenzo kebingungan dengan Lorenzo yang mengganti motornya diluar jadwal? Karena dalam strategi Lorenzo tidak ada jadwal mengganti ban motor Lorenzo kecuali motor Lorenzo mengalami kerusakan mesin. Motor Lorenzo menggunakan strategi ban yang sama dengan Rossi, yaitu depan Soft dan belakang Hard.

Setelah kami mencari info dari konfrensi pers setelah race di Brno, kami menemukan alasan mengapa Lorenzo mengganti motor di luar jadwal. "Saat balapan menyisakan 7 lap, aku merasa banku kehabisan grip dan tidak stabil lagi. Memang jika dilihat dari luar banku masih baik-baik saja. Namun jika anda berada di atas motor itu, itu sudah sangat buruk." Klarifikasi langsung dari Lorenzo.

Mungkin itu yang menjadi alasan mengapa Lorenzo mengganti motornya di luar jadwal tim. Tapi bagaimana hal itu bisa terjadi? Kan sama komposisi ban antara Rossi dan Lorenzo. Saya akan membahas kembali hal itu di artikel berikutnya. Tetap stay di Crash4Race guys.

Ketika Rossi Menggunakan Strategi Jenius Untuk Membungkam Lawannya #MotoGPBrno2016


Buat para Rossifumi pasti sangat bahagia melihat hasil MotoGP kali ini. Bagaimana tidak, strategi jenius Valentino Rossi keluar dalam race kali ini. Start dari grid kedua, terpental jauh di lap pertama, namun semua itu bukan beban bagi Rossi.

Rossi menggunakan strategi seperti yang ia lakukan saat seri MotoGP di Qatar 2015. Ia mempermainkan ban motornya. Saat rider lain berbondong-bondong menggunakan ban tipe soft (depan) - Soft (belakang) namun Rossi malah menggunakan Soft - Hard. Sebenernya ban tipe ini juga dipakai oleh Jorge Lorenzo. Tapi entah mengapa Lorenzo tercecer di belakang Rossi dan justru malah merubah strateginya di akhir-akhir lap.

Kita tahu bahwa Rossi tercecer di lap-lap awal, itu wajar karena ia menggunakan ban belakang hard, yang pasti akan jauh lebih lambat ketimbang pembalap lain yang menggunakan ban belakang soft. Namun ban ini memberi keuntungan bagi Rossi karena ketika pembalap lain yang menggunakan ban soft kehabisan grip, Rossi masih bisa menggeber habis-habisan motornya.

Di lap-lap awal Rossi sudah di overtake lebih dari 1 rider, dan berada di posisi ke 12. Tidak berhenti disitu, Rossi masih di overtake oleh rider lain sampai terakhir berada di posisi ke 13. Dan setelah itu lap demi lap Rossi lewati. Satu demi satu rider di lewati. Mulai dari Dani Pedrosa, Vinales, Pol Espargaro, Marquez, Iannone, Dll.

Namun yang aneh disini adalah keberadaan Lorenzo, dimana ia menggunakan startegi yang sama seperti Rossi namun tidak dapat menyamai posisi Rossi. Lorenzo juga menggunakan ban Soft - Hard. Dan yang lebih aneh lagi, mengapa Lorenzo masuk ke pit mengganti motor padahal grip ban dia masih baik-baik saja.

Dan akibatnya adalah Lorenzo finish di posisi terakhir dan sempat di overlap oleh Crutchlow yang berada di posisi pertama. Entah ada problem dengan motornya atau mungkin yang lain, sampai saat ini belum ada klarifikasi dari Lorenzo.

Dengan hasil ini Valentino Rossi naik ke posisi kedua dengan poin 144, dan Marquez tetap kokoh di puncak klasemen dengan poin 197, sementara Lorenzo turun ke posisi ketiga dengan poin 138.

Crutchlow: "Ini Hadiah Untuk Lucy dan Bayiku."

Cal Cruthlow
Hal luar biasa terjadi dalam seri MotoGP Brno 2016. Banyak hal yang tak terduga. Mulai dari Crutchlow yang menjadi pemenang pada seri ini, hingga skenario jenius Valentino Rossi. Untuk pertama kalinya Crutchlow menjadi pemenang di kelas MotoGP.
Untuk pertama kalinya sejak bergabung di MotoGP Crutchlow meraih victory. Dan bertepatan dengan pertama kalinya Crutchlow meraih victory, ternyata tahun ini buah hati Cal lahir. Yups, kita tahu bahwa Cal menjadi pasangan sejoli dengan Lucy Heron sejak 2014. Jadi victory Cal kali ini seperti kado terbesar untuk Lucy dan sang buah hati.

Selain itu Cal juga menjadi rider pertama dari Inggris yang meraih victory sejak terakhir pada 1981.
"Crutchlow becomes 1st British winner in top class since 1981, beating Rossi and Marquez." Kalimat itulah yang keluar dari Twitter AutoSport. 

Semua orang mengucapkan selamat pada Cal. Mulai dari V. Rossi, Marquez, dan CEO Dorna. Semua orang menyalami, memberi ucapan selamat. Dan terlihat juga seusai race tadi Cal langsung menhubungi sang kekasih (Lucy) via smartphonenya.

Good Job Cal, Keep Doing!

Marquez: "Andai Bahuku Baik-Baik Saja, Mungkin Hasilnya Akan Lebih Baik"


Setelah absen sejak 2010 akhirnya Ducati kembali memuncaki podium bersama Iannone dan Dovizioso. Namun dibalik keberhasilan Ducati ada sedikit masalah di kubu Honda. Honda seperti mengalami kesialan dalam seri kali ini. Dimana Pedrosa tidak mampu tampil dengan gemilang, sementara Marquez yang biasanya berkecimpung di 3 besar, kali ini ia hanya mampu berada di posisi kelima tepat di belakang Rossi.

"Andai saja bahu saya tidak mengalami masalah (cidera) mungkin hasil race kali ini akan lebih baik." Hal itulah yang diungkapkan Marquez setelah race di Austria hari ini.
Kita tahu bahwa Marquez mengalami kecelakaan hebat di turn 3 pada sesi latihan bebas ketiga.

Bahkan Marquez langsung diterbangkan menggunakan helikopter karena cidera yang ia alami. Marquez mengalami cedera dislokasi bagu atau pergeseran tulang bahu. Namun cedera ini tidak begitu parah, terbukti dengan turunnya Marquez di sesi berikutnya hingga sesi race.

Dengan hasil ini Marquez tetap kokoh dipuncak klasemen dengan raihan poin 181, disusul oleh Jorge Lorenzo dengan poin 138, dan Valentino Rossi di posisi ketiga dengan perolehan poin sebesar 124. Bisa dikatakan memang masih jauh selisih poin Marquez dengan duo Yamaha. Tapi bukan berarti Marquez bisa bersantai-santai. Sebab, apapun bisa terjadi dalam dunia balap motor.

Hasil Kualifikasi : 3 Rider Italia Berada di Front Row #GPAustria

Hasil Kualifikasi MotoGP Austria
Hasil Kualifikasi MotoGP Austria
"Three rider Italiano is great for us, and it will be interesting during the race later." Begitulah kalimat yang diucapkan Dovisiozo saat wawancara setelah kualifikasi berakhir. Sesuai apa yang dikatakan Dovi bahwa 3 rider Italia yakni Iannone, Valentino Rossi, dan Dovizioso berada di barisan depan di GP Austria nanti.

Iannone yang tampil memimpin sejak FP1 akhirnya mendapatkan hasil saat kualifikasi. Ia mendapatkan posisi pole dengan catatan waktu 1'23.142s. Sementara Rossi yang tepat berada  di belakang Iannone berhasil meraih posisi kedua dengan catatan waktu 1'23.289s atau terpaut 0.147s dari Iannone. Sementara Dovi sebagai penutup dibarisan terdepan menorehkan catatan waktu 1'23.298s.

Dengan begini race di Austria akan lebih menegangkan. Dimana Valentino Rossi akan diserbu oleh duo Ducati dengan powernya yang seperti jet. Sementara Lorenzo dan Marquez berada di posisi keempat dan kelima. Dimana Lorenzo mencatatkan waktu terbaiknya yaitu 1'23.361s dan Marquez 1'23.475s.

Berikut adalah statistik lengkap dari kualifikasi kedua di #GPAustria.

hasil kualifikasi motogp austria
Hasil Kualifikasi MotoGP Austria

Marquez Diterbangkan Menggunakan Helikopter Akibat Kecelakaan Parah di Turn 3 #GPAustria

Marquez crash di latihan bebas GP Austria
Marquez crash di latihan bebas GP Austria

Marquez mengalami kecelakaan hebat di turn 3 sirkuit Austria. Akibat kecelakaan tersebut Marquez terancam tidak bisa mengikuti race di Red Bull Ring, Austria. Padahal sejak awal dibukanya sesi FP3 Marquez sudah memimpin lap time.

Kecelakaan ini mengakibatkan bahu kanan Marquez mengalami dislokasi/pergeseran. Setelah kecelakaan terlihat jelas Marquez memegangi bahu kanannya dengan penuh kesakitan. Bahkan karena parahnya Marquez langsung diterbangkan menggunakan helikopter ke rumah sakit Leoben untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kecelakaan ini terjadi murni karena kesalahan Marquez. Tidak ada sangkut paut dengan rider lain. Kecelakaan terjadi saat Marquez memasuki turn 3, ia melakukan hard brake yang begitu keras. Sehingga motornya slide terlalu lebar dan hampir menabrak Dani yang tepat berada di depan Marquez. Untung saja Marquez bisa menghindari hal itu, namun sayang Marquez harus terlempar dari motornya dan terjatuh. Saat terjatuh bahu kanan Marquez yang terlebih dulu jatuh. Terlebih lagi di turn 3 area gravel hanya berupa aspal keras, bukan pasir. Hal itu yang memperparah kondisi bahu kanan Marquez.

Belum ada konfirmasi dari pihak Marquez, apakah Marquez masih bisa lanjut atau absen dalam seri ini. Berikut adalah video detik-detik kecelakaan Marquez di sirkuit Austria.

Jikapun Ditawari Kontrak Oleh Ducati, Rossi Enggan Menerimanya

Alasan Rossi Tidak Mau Kembali Ducati
Alasan Rossi Tidak Mau Kembali Ducati
Menjelang GP Austria banyak berita bahwa bos Ducati Dall'igna tidak pernah ingin Valentino Rossi kembali ke Ducati. Jika kita pikir-pikir itu memang hal wajar, karena Ducati juga belajar dari masa lalu, dimana Rossi pernah gagal bersama Ducati.

Tapi pernahkah anda berfikir kalaupun Rossi diberi tawaran untuk gabung ke Ducati, apakah Rossi mau? Menurut saya Rossi akan menjawab "Tentu saja tidak." Mengapa? Rossi belajar dari masa lalu. Lalu faktor-faktor apa saja yang membuat Rossi enggan untuk kembali ke Ducati? Akan saya jabarkan dibawah.

- Belum Jelasnya Performa Motor Ducati

Kita tahu sejak ditinggalkan Stoner, motor Ducati seperti kehilangan kekuatannya. Ducati memang mempunyai power yang cukup tinggi, sampai-sampai pemegang rekor Top Speed MotoGP dipegang oleh Iannone dengan Desmosedici GP 16 di Mugello beberapa minggu yang lalu. Namun disisi lain, power tersebut seperti tombak balik untuk Ducati karena di brake Ducati tidak cukup kuat. Terlebih lagi Ducati sangat kesulitan di chicane corner. Karena hal itulah yang menjadi pertimbangan Rossi agar tetap di Yamaha.


- Belajar Dari Masa Lalu

Tidak dapat dipungkiri memang, Rossi gagal bersama Ducati. Banyak faktor yang mempengaruhi pada saat itu, mulai dari pengembangan mesin yang buruk, budget Ducati yang memang tipis di kala itu karena kurangnya sponsor, dll.


- Waktu Rossi Yang Tidak Cukup Untuk Mengembangkan Mesin Ducati

Kita tahu umur Rossi saat ini 37 tahun. Menurut perkiraan Rossi ia akan pensiun 2-4 tahun kedepan. Hal tersebut bisa saja membuat Rossi enggan ke Ducati. Mengapa? Kita tahu mesin Ducati masih mempunyai banyak problem. Jika saja Rossi teken kontrak dengan Ducati 2 musim, satu musim pertama untuk mengembangkan motor, lalu musim kedua untuk mengejar target Rossi meraih gelar ke 10-nya. Bisa saja, jika Rossi berhasil memperbaiki motor Ducati dalam satu musim. Bagaimana jika tidak? 

Sebenarnya masih banyak hal yang membuat Rossi enggan ke Ducati, tapi jika kita jabarkan satu per satu disini, mungkin artikel ini akan menjadi seperti lembaran sekripsi yang tiada habisnya. Semoga artikel diatas bermanfaat, and still in crash4race.

Oh iya satu lagi, jika anda ingin request sebuah artikel dari kami, misalnya artikel tentang "Sepang Clash" silahkan kunjungi fanspage kami di link dibawah. Silahkan anda komentar, lalu kami akan menerima request dari anda secepat mungkin. Kami akan membuat artikel yang sedetail dan sesuai fakta pastinya. Terima kasih.
Fanspage Offcial Kami : Fanspage Offcial Crash4Race
Baca juga : Apa Itu Slipstream Dalam Dunia Balap dan MotoGP

Apa Itu Slipstream Dalam Dunia Balap dan MotoGP

Apa Itu Slipstream
Apa Itu Slipstream
Pasti sudah tidak asing lagi kata Slipstream bagi para pecinta balapan. Baik itu balap motor, mobil, sepeda, atau mungkin pesawat jika ada. Slipstream bisa menjadi keuntungan untuk para rider. Mengapa bisa begitu? Baik akan saya jelaskan Apa itu Slipstream dibawah.

Apa itu Slipstream?


Dalam ilmu fisika/ilmiah Slipstream adalah ruang dibelakang benda yang sedang bergerak, sehingga ruang tersebut tidak terkena tekanan udara dari luar yang membuat benda yang berada di ruang slipstream tersebut dapat lebih cepat dari pada yang didepannya. Misalkan ada motor X yang berada didepan dengan kecepatan 170km/jam dan ada motor Y dengan kecepatan 170km/jam juga tapi motor Y berada di ruang slipstream. Motor manakan yang akan lebih cepat? Jawabannya adalah motor Y. Mengapa? Karena motor Y berada di ruang slipstream yang artinya motor Y mendapat lebih rendah tekanan udaranya.

Slipstream Menurut MotoGP

Pihak MotoGP juga punya definisi khusus tentang slipstream yang bunyinya "Melakukan slipstream adalah tindakan mengikuti pembalap lain di trek lurus, dan memanfaatkan ruang dibelakangnya untuk mendapatkan slipstream. Sehingga pembalap tersebut dapat menciptakan momentum untuk menyalip pembalap didepannya." Kurang lebih seperti itu isinya.

Contoh Penggunaan Slipstream

Salah satu contoh penggunaan slipstream dan berhasil adalah peristiwa The Last Slipstream Mugello 2016. Ya, pada last corner Jorge berada tepat dibelakang Marc namun pada saat finish Lorenzo lah yang berhasil menyentuh duluan. Kok bisa? Apakah masalah akselerasi Honda yang buruk? Bisa jadi. Tapi yang paling mencolok adalah penggunaan slipstream yang dimanfaatkan oleh Jorge Lorenzo.

Kesimpulan

Slipstream sangat vital sekali perannya di MotoGP maupun balap motor lainnya. Jika anda penonton MotoGP dari masa ke masa pasti anda tahu bagaimana pentingnya slipstream. Slipstream juga bisa menjadi obat penutup buruknya akselerasi motor.

Media Spanyol Berusaha Menjatuhkan Nama Baik Valentino Rossi

Berita MotoGP 2016

Beberapa hari yang lalu beredar berita bahwa Rossi telah menyususun strategi licik untuk mengalahkan Marc tahun ini. Tentu saja ini membuat seluruh fans Rossi diseluruh dunia kaget. Karena selama Rossi berkarir di MotoGP, belum pernah melakukan hal bodoh ini.

Jika anda bertanya dari mana asal berita ini, dan siapa pembuatnya? Sindonews jawabannya. Sindonews melalui website resminya menuliskan sebuah artikel bahwa Valentino Rossi akan menyerang Marc dengan merangkul beberapa pembalap. Berikut detail artikelnya.

Berita MotoGP 2016
Berita MotoGP 2016

Dalam artikel tersebut juga disebutkan bahwa sindonews menulis artikel itu dari laporan Diarigol (situs berita Spanyol). Yang membuat bingung kita adalah bagaimana bisa Diarigol yang notabenenya tidak ada hubungan apapun dengan Dorna ataupun dengan pembalap MotoGP bisa tau hal licik ini? Mungkin ini hanya sebuah akal-akalan media Spanyol untuk memprovokasi/mencari traffic dan berita ini di tulis ulang oleh sindonews untuk mencari traffic juga? Mari kita investigasi bersama.


  1. Siapa itu Diarigol? Dapat dipercaya semua atau tidak artikel Diarigol?                                         Diarigol adalah website berita swasta milik masyarakat Spanyol, dan sejauh ini Diarigol tidak ada hubungan/kerja sama dengan Dorna. Beberapa website yang berkerja sama dengan Dorna adalah Crashnet, BT-Sport 2, Fox-Sport, Trans 7 (Lokal), Dll. Jadi belum 100% fakta apa yang dituliskan oleh Diarigol, kecuali ada konfirmasi langsung dari Vale.
  2. Sejak kapan Valentino Rossi mempunyai akun WhatsApp Offcial?                                               Kita tahu bahwa selama karirnya di MotoGP, Rossi hanya mempunyai beberapa akun sosial media. Yang paling uptodate tentang berita Vale adalah Twitter dan Facebook. Sementara yang lain seperti Instagram jarang. Dan WA juga bersifat private artinya jikapun Vale punya mungkin hanya beberapa orang penting yang mempunyai akun WAnya, dan bagaimana bisa situs sekecil Diarigol bisa tahu?
  3. Liciknya Sindonews untuk mendapatkan traffic besar, padahal berita belum jelas.                       Yang punya blog/website pasti tau apa yang saya maksud. Jadi begini sistem seorang pemilik blog menghasilkan uang. Pengunjung Tinggi -> Profit Naik. Jadi semakin banyak orang yang mengunjungi blog seseorang maka semakin tinggi juga profit yang didapat pemiliknya. Inilah yang saya maksud dengan liciknya sindonews dalam memanfaatkan keadaan. Dengan menyebar berita yang belum jelas dan mengatas namakan sumbernya adalah Diarigol.
  4. Media Spanyol (Diarigol) sengaja memprovokasi fans Valentino Rossi                                        Dalam hal ini saya belum berani bicara banyak, karena statusnya masih kemungkinan. Mungkin saja Diarigol membuat berita provokasi demi membalaskan dendam Marc yang tahun lalu juga dituduh berkerja sama dengan Lorenzo. Dan itu membuat nama baik Marc dan Jorge turun, dan dengan hal itu demi menjatuhkan balik nama baik Vale, media Spanyol sengaja membuat berita ini.
Jadi dari 4 hal di atas bisa kalian simpulkan sendiri ini berita benar atau tidak. Dan jika kalian langsung mengunjungi situs Diarigol dan membaca artikel ini, disitu tidak dituliskan dari mana sumber berita ini atau siapa yang pertama kali mendengar pembicaraan Vale dalam menghubungi pembalap lain. Jadi, menurut saya berita ini 100% tidak benar. 

Ada pepatah yang berbunyi "Semakin tinggi pohon, semakin tinggi pula angin yang meniupnya".
Hal ini sama dengan yang dialami Vale saat ini, karir ia makin lama makin tinggi, dalam usia yang bisa dikatakan tidak muda lagi, ia masih kompetitf di barisan depan MotoGP. Hal ini belum pernah dilakukan pembalap lain seperti Stoner yang menyerah pada usia 27 tahun.

Seperti yang saya katakan di atas, rumor bahwa Vale akan menjatuhkan Marc dengan berkomplot dengan pembalap lain itu 100% tidak benar. Lalu, menurut sahabat Crash4Race sendiri bagaimana? 
Silahkan komentar dibawah ya. 

Rossi Tertarik Dengan Bakat Yang Dimiliki Galang | VR46 Academy News

Rossi Tertarik Dengan Bakat Yang Dimiliki Galang | VR46 Academy News
Foto VR46 Academy saat di rumah Valentino Rossi | VR46 Academy News
 Program Master Camp VR46 Academy sudah memasukki sesi simulasi race, dimana sesi ini dilaksanakan di sirkuit Misano. Pada sesi ini semua murid dari VR46 Academy melakukan uji coba race setelah beberapa waktu yang lalu diberi sedikit pembelajaran mulai dari menjajal flat track dengan motor YZF-R3, tur ke markas besar Yamaha di Italia, pembelajaran mengoperasionalkan perangkat virtual, dan lain-lain.

Setelah race dilaksanakan, Galang peserta dari Indonesia sempat mencuri perhatian. Pasalnya Galang sempat menjadi yang tercepat saat balapan Flat Track dan saat di Misano. Walaupun sempat memimpin balapan saat di Misano, dan sempat beberapa kali berduel dengan Rossi, Galang akhirnya kalah oleh pembalap asal Thailand yang menempati posisi 1.
Baca juga : Fakta Unik Sirkuit MotoGP Sachsenring

"Hari ini adalah hari yang besar bersama seluruh peserta Master Camp. Kami latihan di Misano, saling salip, saling memberi saran. Ini adalah latihan intensif." Ujar Rossi

"Saya cukup terkesan dengan Galang, karena ia mampu menjadi tercepat di Flat Track, dan saat di Misanopun saya sempat beberapa kali batle dengannya. Saya suka dengan gaya balapnya yang kalem namun pasti." Tambah Rossi

Ketika Rossi ditanya oleh wartawan, apakah ia ingin merekrut salah satu pembalap Master Camp ke Sky Racing Team VR46, Rossi menjawab "Untuk hal itu belum bisa diputuskan sekarang, karena kita tahu latihan ini belum selesai sampai disini. Jadi masih mungkin para pembalap ini bisa berkembang lebih jauh. Namun dari hasil latihan dari berbagai sesi, saya tertarik dengan beberapa pembalap." Jawab Rossi

Dari jabawan Rossi di atas bisa kita simpulkan, ada kemungkinan Rossi menambah rider di Sky Racing Team VR46, namun sebelum Rossi memasukkan rider ke Sky Racing Team VR46, harus ada bakat yang luar biasa dari rider tersebut. Dan tidak sembarang rider bisa masuk begitu saja. Kita doakan saja semoga Galang dan kawan-kawan bisa mendapat ilmu turunan dari sang The Doctor.
Baca juga : Daftar Gaji Pembalap MotoGP, Rossi dan Marquez Termahal

Fakta Unik Sirkuit MotoGP Sachsenring

Fakta Unik Sirkuit MotoGP Sachsenring
Fakta Unik Sirkuit MotoGP Sachsenring
Seri MotoGP saat ini sudah sampai seri ke-9, dimana balapan akan digelar di sirkuit Sachsenring, Jerman. Setelah GP Assen yang cukup menampilkan banyak kejutan, mulai dari Lorenzo yang keteteran di posisi belakang, Rossi crash saat memimpin balapan, hingga Jack Miller yang berhasil mengasapi team Pabrikan.
Jika kita membicarakan sirkuit Sachsenring, pasti pikiran kita tidak akan jauh dari pabrikan Honda. Mengingat sejak digelarnya MotoGP di sirkuit ini pada 1961 team pabrikan Honda lah yang paling banyak menang di Sachsenring.
Baca juga : Fenomena Miniatur MotoGP Indonesia di Kalangan Penggemar MotoGP

Anda tidak percaya dengan fakta di atas? Ok, mari kita jabarkan fakta - fakta di sirkuit Sachsenring.
  • Marc Marquez menang di sirkuit ini 2 kali berturut-turut di kelas MotoGP. Tepatnya pada tahun 2014 - 2015.
  • Meskipun Marc menang dua kali berturut-turun di sirkuit ini, namun rekor pemenang di sirkuit ini masih di pegang oleh Dani Pedrosa dengan 4x kemenangan di kelas MotoGP.
  • Pole position terbanyak dipegang oleh Casey Stoner sebelum ia pensiun.
  • Fastest Lap dipegang oleh Marc Marquez
  • Sachsenring pertama kali masuk kalender MotoGP pada tahun 1961
  • Pada 2014, Honda sukses di semua kelas mulai dari Moto3, Moto2, dan MotoGP. Para rider Honda mengisi pole pada GP Sachsenring, rider tersebut adalah Jack Miller, Dominique Aegerter, dan Marc Marquez. 
Dari fakta di atas, kita bisa buktikan bahwa Honda menjadi pabrikan tersukses di sirkuit ini. Kemungkinan besar tahun ini Sachsenring akan dikuasai kembali oleh Marc, jika itu terjadi Marc akan mendapatkan rekor kemengan 3 kali berturut-turut sejak 2014. Ditambah lagi dengan Marc yang memimpin kelasemen sementara MotoGP. Tapi kita tahu, ada duo Yamaha yang siap menghadang Marquez dan Pedrosa. So, semua bisa terjadi di MotoGP.
Baca juga : Video Full Race MotoGP Assen 2016